Peluru GPS, Senjata Baru Polisi Amerika


Peluru GPS, Senjata Baru Polisi Amerika - Peluru ini telah dirancang untuk mempermudah kepolisian dalam pengejaran yang aman terhadap pengemudi yang melarikan diri saat akan diperiksa karena telah melanggar lalu lintas.

gps bullets


Hal ini sejenak mengingatkan kita pada film James Bond yang mempunyai alat-alat dan senjata yang super canggih. Peluru GPS ini dapat melacak lokasi keberadaan mobil tersangka. Hanya dengan menembakkan peluru GPS tersebut ke mobil tersangka, polisi tidak diharuskan lagi untuk melakukan pengejaran seperti biasa yang mempunyai resiko besar terhadap keselamatan orang-orang yang ada disekitar jalur pengejaran. 

Sistem yang digunakan  peluru GPS itu disebut "Starchase" dan sudah dipakai di empat negara bagian Amerika Serikat seperti Lowa, Florida, Arizona, dan Colorado. Harga satu peluru GPS tersebut yaitu $500 atau sekitar 6 juta rupiah.

Sumber : BBC News

Informasi ini dipersembahkan oleh "FASTTRACK GPS INDONESIA", kunjungi situs resmi kami :

Teknologi GPS Untuk Mencegah Aksi Perdagangan Anak

gps tracker

Teknologi GPS Untuk Mencegah Aksi Perdagangan Anak - SAARC (South Asian Assocation Regional Cooperation) merupakan sebuah asosiasi negara-negara Asia Selatan yang terdiri dari 8 negara yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Srilanka dan Pakistan. Menggunakan smartphone dan teknologi GPS, SAARC sedang mencoba mengembangkan sebuah sistem digital untuk melacak keberadaan anak yang hilang  ditingkat regional dan memerangi aksi perdangangan manusia antar negara. 

Rinchen Chophel yang merupakan direktur umum SAIEVAC mengatakan bahwa mereka sekarang sedang serius untuk memanfaatkan teknologi GPS yang akan diterapkan untuk mengontrol perdagangan manusia antar negara. Mereka berharap setelah tahun 2015 , telah tercipta sebuah sistem yang terpadu berbasis teknologi GPS yang dapat diterapkan di semua sektor 8 negara SAARC.

SAIEVAC (South Asia Initiative to End Violence Againts Children) merupakan badan tertinggi SAARC yang menangani masalah pelecehan, eksploitasi, dan diskriminasi. Selain itu SAIEVAC juga bekerja untuk melindungi anak-anak di Asia dari segala bentuk kekerasan dan perdagangan manusia.

Serikat Kementrian Wanita dan Pengembangan Anak saat ini telah menjalankan sistem pelacakan nasional berbasis web untuk anak-anak yang rentan akan penculikan. Diperkirakan 1,2 juta anak diperdagangkan di seluruh dunia dengan berbagai macam alasan termasuk prostitusi dan kawin paksa. Faktor tersebut yang menguatkan SAIEVAC untuk terus mengupayakan sistem pelacakan dengan memanfaatkan teknologi GPS ini agar segera terealisasi.

Informasi ini dipersembahkan oleh "FASTTRACK GPS INDONESIA", kunjungi situs resmi kami :




GPS Dapat Mengukur Pencairan Es Di Greenland


GPS Dapat Mengukur Pencairan Es Di Greenland - Para peneliti telah menemukan cara menggunakan GPS untuk mengukur perubahan jangka pendek dalam tingkat pencairan es di Greenland. Penelitian ini memberi isyarat bahwa dengan GPS mereka dapat mendeteksi kondisi yang terjadi akibat perubahan iklim, termasuk es yang mencair, perubahan tekanan udara, dan bahkan mungkin kenaikan permukaan air.

gps , gnet


Tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Ohio State University ini menunjukkan sebuah kondisi dengan tepat yaitu, pada periode 2010 ketika suhu naik, es mencair ke laut dengan cepat. Diperkirakan sekitar 10 miliar ton es mencair pada benua tersebut hanya dalam kurun waktu 6 bulan. Mereka mampu melakukan pengukuran karena bumi dapat berekspansi seperti pegas tergantung dengan berat yang ada di atasnya. Ketika es di Greenland mencair, maka lapisan tanah atau batuan dasar akan naik. Pengukuran menunjukkan bahwa selama musim dingin di tahun 2010, Greenland terbenam sekitar 6mm . Separuh dari angka terbenamnya itu (3mm) disebabkan oleh tekanan udara yang tinggi di atas es dan separuhnya lagi disebabkan oleh penumpukan es. Selanjutnya para peneliti tersebut memutuskan bahwa, lapisan tanah atau batuan dasar akan terangkat sekitar 11mm tentunya selama musim panas.

Metode ini telah digunakan untuk mempelajari proses hilangnya es di Antartika dan Greenland. Tetapi sebelumnya fungsi GPS  hanya dapat mendeteksi perubahan selama beberapa tahun. Sementara, jika hal tersebut dapat dideteksi dalam kurun waktu 6 bulan, itu akan menjadi sebuah kemajuan besar. Kunci untuk meningkatkan sistem pendeteksian tersebut agar dapat dideteksi dalam kurun waktu 6 bulan yaitu memperbaiki jaringan stasiun GPS dimana para peneliti tersebut ditempatkan di sekitar lapisan es Greenland. Lebih dari 50 pemancar telah ditanam dengan jarak berdekatan untuk mendeteksi perubahan yang terjadi di Greenland.

Jaringan ini disebut dengan GNET ( Greenland GPS Network ). Pengukuran GNET ini bisa dibilang sangat rinci, sehingga dapat memudahkan para peniliti untuk menentukan apakah pergerakan batuan dasar ini disebabkan oleh es yang mencair atau karena perubahan perubahan musim dan tekanan udara yang terjadi di atas lapisan es. Hal ini sangat mengejutkan para peneliti karena tekanan udara yang cukup kuat dapat menekan bebatuan dasar di bawah lapisan es. Dugaan para peneliti tersebut diperkuat dengan bantuan GNET yang dapat memisahkan antara sinyal tekanan udara dengan sinyal pergerakan batuan dasar secara keseluruhan. Hasil yang didapat adalah bebatuan dasar akan bereaksi terhadap beratnya es dan berat dari tekanan udara.

Sumber : e! Science News

Informasi ini dipersembahkan oleh "FASTTRACK GPS INDONESIA", kunjungi situs resmi kami :